DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA MENGGELAR PELATIHAN mANAJEMEN DAN PENANGANAN KASUS

24 June 2026, 05:07 PM

FOTO BERSAMA NARASUMBER DAN PESERTA

Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus, DPPPA Kukar Perkuat Sistem Perlindungan Anak
Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus dengan tema Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus, yang dilaksanakan  pada 23 Juni 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kutai Kartanegara, Syafliansah, S.H., M.H., yang dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam perlindungan anak, khususnya anak yang memerlukan perlindungan khusus. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.

Bupati menegaskan bahwa anak merupakan amanah sekaligus aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi bersama. Namun, berbagai persoalan seperti kekerasan, penelantaran, eksploitasi, perundungan hingga perkawinan anak masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem perlindungan anak yang kuat, responsif, dan terintegrasi.

“Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam memberikan layanan perlindungan kepada anak. Penanganan kasus harus dilakukan secara cepat, tepat, profesional, serta berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” demikian kutipan sambutan Bupati.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga berkomitmen untuk terus memperkuat kelembagaan layanan perlindungan anak, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengoptimalkan sistem manajemen kasus, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak dan mendukung visi Kukar Idaman Terbaik.
Kegiatan ini dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari berbagai unsur, di antaranya 13 Kecamatan, 31 Desa terdiri dari Guru BK SMP/MTs, SMA/MA/SMAK Sederajat, UPTD P2TP2A, serta perwakilan lembaga masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) dari beberapa Kecamatan, Kelurahan, dan Desa di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kehadiran peserta lintas sektor ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam upaya perlindungan anak.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu:

1. IBDA Irma Ikawati dari KANIT PPA Polres Kutai Kartanegara yang menyampaikan materi terkait penanganan kasus terhadap anak, khususnya dari perspektif penegakan hukum dan perlindungan korban;

2. Erlita Ratna Shanty Dewi, S.H., M.Kn dari Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara yang membahas Manajemen Kasus dan Penguatan Sistem Perlindungan Anak Berbasis Kepentingan Terbaik Bagi Anak, termasuk pentingnya koordinasi antar lembaga dalam proses hukum;

3. Ayunda Ramadhani, M.Psi., Psikolog, psikolog klinis sekaligus dosen Psikologi Universitas Mulawarman dan Psikolog UPTD PPA Kota Samarinda, yang memberikan materi terkait Pendekatan Psikolog dalam Penanganan Korban Kekerasan: Membangun Empati, Trauma Healing dan Resiliensi.

Melalui paparan dari ketiga narasumber tersebut, peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai penanganan kasus anak dari berbagai sudut pandang, baik dari aspek hukum, kelembagaan, maupun pendekatan psikologis. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat koordinasi antar pihak.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kualitas layanan perlindungan anak di Kabupaten Kutai Kartanegara semakin meningkat. Pemerintah daerah juga berharap hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam tugas sehari-hari, sehingga setiap anak mendapatkan perlindungan yang optimal, lingkungan yang aman, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mewujudkan daerah yang ramah anak, inklusif, serta berorientasi pada masa depan generasi penerus bangsa.

Kategori Post

Berita Terkait